Ada kerinduan yang ingin tersampaikan. Ada tangis yang tak mungkin mengalir dari mata hati. Ada sejuta asa yang digantungkan pada takdir yang Kuasa. Itulah cinta yang kini kurasa. Dikala penantian tak berujung menghanyutkanku pada sebuah kisah hati yang tak terbendung. Saat indah kusapa hadirmu menciptakan rasa ingin tahuku akan sebuah arti hadir hatiku disisimu. Menggelitik keinginanku untuk menyapa lembut keberadaanmu. Kucoba menahan egoku sebagai seorang hamba yang tiada kuasa menjaga terang dalam nuraninya. Melayangkan fikirku pada yang nyata dan tentunya ada. Takdir yang kelak akan membawaku menjalani kehidupan dalam naungan cinta suci-Nya Sang Maha Sempurna.
Indah warna yang kini terlukis dalam hidupku, membelaiku manja. Menggairahkan kembali sisi lain jiwaku yang telah lama terlelap. Aku dan hadirmu. Sebuah realitas yang hanya aku yang tahu, mengartikan ini semua dengan bahasa kalbu. Melangkah dengan meneteskan berjuta rasa yang hanya diketahui oleh-Nya Sang Penguasa Hati manusia.
Hadirmu memanjakanku dalam setiap langkahku menapaki hidup yang keras ini. Melenyapkan kekurangan yang selama ini kugenggam dalam menjalankan segala amanah-Nya yang dititipkan kepada jiwa ini. Membuatku kembali rapuh setelah sekian lama aku tegar dalam kesendirianku saat berdiri dan melangkah dengan tertatih.
Tiada ingin aku kehilangan, segala yang telah lama kuharapkan dalam angan.
Aku dan sebuah harapan…
Saat ini, ketika kutuliskan sebuah kalimat hati yang ingin aku sampaikan, mungkin hanya airmataku yang menetes menemaniku dalam setiap perjuangan. Kamu pun tahu, ada yang begitu ingin kurajut bersamamu. Ya, itulah cinta-Nya. Berharap suatu saat kan kulihat senyum indahmu dikala hadir permata jiwa kita, buah hati titipan Sang Illahi yang kelak diamanahkan, menjadikanmu seorang bidadari surga yang menyejukkan jiwa dan menyandingku dalam setiap desah nafasmu.
Tetap mempertahankannya. Sebuah rasa yang kuharap dapat membuatku semakin dekat kepada-Nya.
Kucoba mengikuti langkahmu, berharap suatu saat nanti kau akan menatapku dengan senyuman kemudian menyapa hadirku dalam hidupmu dan kau kan berjalan bersamaku di jalan cinta-Nya.
Kucoba mendengar nuranimu, berharap suaranya yang begitu lemah akan bertambah kuat bersama nuraniku yang menguatkannya.
Apakah kita akan tega meninggalkan sejuta asa yang pernah kita rangkai dulu?
Kurasa aku kan bertahan...
bertahan dan bertahan dalam terpaan badai yang hanya bisa kita lakukan sambil berharap hidayah-Nya. Sampai akhirnya Yang Maha Kuasa akan menghentikan ini semua lewat takdir-Nya.
Terimakasih, karena kau buat aku yang lemah ini semakin bertambah kuat.
Untuk terus menggapai ridho-Nya.
Kamis, 03 Maret 2011
Tentang Hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
assalamu``alaikum salam persaudaraan ..baarokallahufik..www.mukhlis-dakwah.blogspot.com
BalasHapus